Stakeholder Kota Ternate Sepakati Komitmen Bersama Percepatan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, serta Kesehatan Reproduksi
Ternate, 30 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Kota Ternate menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi dan Komitmen Stakeholder Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta Kesehatan Reproduksi pada tanggal 29–30 Juni 2026 di Royal Resto Ternate. Pertemuan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kesehatan yang terpadu, berkelanjutan, dan berkualitas guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Ternate.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, SP., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh hasil dan rekomendasi yang dihasilkan dari forum ini diharapkan dapat menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah sehingga program dan kegiatan yang dilaksanakan benar-benar berbasis data, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Seluruh hasil dan rekomendasi dari pertemuan ini harus menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata," ujar Thamrin Marsaoly.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Ternate, Ny. Liza M. Tauhid, bersama jajaran Pokja IV TP PKK Kota Ternate serta para Ketua TP PKK Kecamatan se-Kota Ternate sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya percepatan program gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Hadir pula pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, kepala puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, akademisi, serta mitra pembangunan.
Sebagai narasumber, dr. Fathiyah Suma, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, memaparkan arah kebijakan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, serta Kesehatan Reproduksi di Kota Ternate. Beliau menekankan lima arah kebijakan utama, yaitu memperkuat intervensi spesifik dan sensitif secara terpadu, mengoptimalkan peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Tim Pendamping Keluarga (TPK), Posyandu dan pendampingan keluarga, memanfaatkan data terintegrasi sebagai dasar penetapan sasaran program, meningkatkan edukasi gizi, kesehatan reproduksi dan pemeriksaan kesehatan pranikah, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan.
"Keberhasilan program gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi tidak dapat dicapai oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan komitmen, kolaborasi, dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan agar setiap intervensi yang dilakukan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Ternate," ujar dr. Fathiyah Suma.
Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. Aspar Abdul Gani, SKM., M.Kes., Kasi Kesehatan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, yang mengangkat tema Urgensi Koordinasi dan Komitmen Stakeholder berdasarkan capaian indikator bidang kesehatan masyarakat Triwulan I Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan antara target dan realisasi pada sejumlah indikator prioritas, antara lain Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kematian Neonatal, serta cakupan Cek Kesehatan Gratis. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan percepatan pelaksanaan program melalui koordinasi yang lebih kuat serta aksi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dr. Aspar juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, puskesmas, rumah sakit, sektor pendidikan, TP PKK, kader kesehatan, Kementerian Agama, dan masyarakat.
Dari perspektif perencanaan pembangunan, Yakup Abbas, SE., M.Si., narasumber dari Bappelitbangda Kota Ternate, menyampaikan materi mengenai Peran Bappelitbangda dalam Kebijakan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Reproduksi. Ia menekankan bahwa isu kesehatan harus menjadi prioritas dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar didukung kebijakan dan penganggaran yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Rini Burhan, SKM., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Ternate, memaparkan hasil Evaluasi Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Kesehatan Reproduksi Januari–Mei 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, Program Gizi Kota Ternate menunjukkan beberapa capaian yang cukup baik, seperti prevalensi stunting, wasting, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan ASI eksklusif. Namun demikian, masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan perhatian, antara lain underweight, cakupan pemberian Vitamin A, Pemberian Makanan Tambahan bagi balita gizi kurang, konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri, serta kelengkapan pelaporan.
Pada Program Kesehatan Ibu dan Anak, hampir seluruh indikator pelayanan dasar masih belum mencapai target. Selain itu, masih tercatat 3 kasus kematian ibu dan 13 kasus kematian bayi. Oleh karena itu diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan mutu pelayanan kesehatan, penguatan sistem rujukan, serta perbaikan pencatatan dan pelaporan sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Sebagai hasil utama kegiatan, seluruh peserta yang terdiri dari pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, TP PKK, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan mitra pembangunan menyepakati Komitmen Bersama Percepatan Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, serta Kesehatan Reproduksi.
Komitmen bersama tersebut meliputi pelaksanaan kebijakan dan program sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, mengoptimalkan sumber daya manusia, sarana prasarana, pendanaan dan kebijakan, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, mempercepat penurunan stunting, anemia pada ibu hamil dan remaja, angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan status gizi serta pelayanan kesehatan reproduksi, memperluas edukasi dan promosi kesehatan dengan melibatkan keluarga, melaksanakan pemantauan dan evaluasi secara berkala, mendorong inovasi dalam pelaksanaan program, serta menjamin akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan program melalui kemitraan yang kuat.
Dokumen komitmen bersama tersebut menjadi landasan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan masyarakat Kota Ternate yang lebih sehat dan berkualitas. Melalui sinergi lintas sektor yang semakin kuat, diharapkan berbagai indikator pembangunan kesehatan dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya sumber daya manusia Kota Ternate yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
ID
English