Satu Tahun Kepemimpinan Tauhid dan Nasri, Sektor Kesehatan Ternate Makin Kuat, 8 Puskesmas BLUD dan Raih Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda
TERNATE, 20 Februari 2026 —Satu tahun kepemimpinan Dr. M. Tauhid Soleman, M.Si bersama Nasri Abubakar sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate periode 2025–2030 menunjukkan penguatan signifikan di sektor kesehatan.
Evaluasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2025 mencatat rata-rata capaian layanan kesehatan dasar di Kota Ternate berada di atas 90 persen. Empat indikator bahkan mencapai 100 persen, yakni pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat, pelayanan tuberkulosis (TB), serta pelayanan diabetes melitus.
Capaian ini berdampak langsung pada masyarakat. Seluruh persalinan berlangsung di fasilitas kesehatan, sehingga ibu melahirkan lebih aman dengan pendampingan tenaga medis. Kasus TB dapat ditemukan dan diobati lebih cepat, mengurangi risiko penularan. Sementara pasien diabetes melitus mendapatkan pemantauan dan pengobatan sesuai standar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, M.Kes, menyampaikan bahwa perhatian pimpinan daerah terhadap sektor kesehatan terlihat dari penguatan sistem layanan hingga tata kelola fasilitas kesehatan.
“Dari 11 puskesmas yang ada di Kota Ternate, 8 puskesmas telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan fleksibilitas pengelolaan, mutu pelayanan, sekaligus mendukung penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor kesehatan,” ujar dr. Fathiyah.
Menurutnya, penerapan BLUD memungkinkan puskesmas lebih adaptif dalam meningkatkan kualitas layanan, ketersediaan obat dan sarana, serta kenyamanan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Tidak hanya penguatan fasilitas, Kota Ternate juga berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen lintas sektor dalam mewujudkan kota sehat melalui perbaikan lingkungan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta dukungan kebijakan daerah yang berorientasi pada kualitas hidup masyarakat.
“Penghargaan Swasti Saba Wiwerda adalah hasil kerja bersama, bukan hanya Dinas Kesehatan, tetapi seluruh perangkat daerah dan partisipasi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan di Ternate bergerak secara komprehensif,” tambahnya.
Keterangan Foto : Penguatan layanan Promotif di Wilayah Kepulauan.
Pemerintah Kota juga memperkuat pemerataan akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan dengan menghadirkan ambulance laut untuk masyarakat Batang Dua, Hiri, dan Moti. Kehadiran layanan ini mempercepat rujukan kasus kegawatdaruratan dan memastikan masyarakat kepulauan mendapatkan akses yang setara.
Selain itu, penguatan sistem rujukan juga didukung dengan penyediaan Rumah Bahim (Rumah Singgah Bahim) di Ternate. Fasilitas ini diperuntukkan bagi pasien rujukan dari wilayah kepulauan beserta keluarga pendampingnya, sehingga mereka memiliki tempat tinggal sementara yang layak selama menjalani pengobatan.
Upaya pemerataan tenaga kesehatan juga terus dilakukan, khususnya penempatan dokter umum dan dokter gigi di tiga pulau terluar. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan dasar tetap tersedia dan masyarakat tidak harus selalu dirujuk ke pusat kota untuk layanan primer.
Meski capaian cukup progresif, Dinas Kesehatan tetap melakukan evaluasi terhadap indikator yang belum maksimal, seperti pelayanan ibu hamil dan pelayanan balita. Penguatan posyandu, kunjungan rumah, serta digitalisasi pelaporan menjadi fokus perbaikan ke depan.
Secara keseluruhan, satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate tidak hanya menghadirkan angka-angka capaian, tetapi membangun fondasi sistem kesehatan yang lebih kokoh, merata, dan berkeadilan. Dari puskesmas yang semakin mandiri melalui BLUD, penghargaan Kota Sehat Swasti Saba Wiwerda, hingga layanan yang menjangkau pulau terluar melalui ambulance laut dan Rumah Bahim, sektor kesehatan Ternate menunjukkan arah transformasi yang nyata.
Dengan komitmen kepemimpinan yang kuat, dukungan lintas sektor, serta dedikasi tenaga kesehatan di garis depan, Kota Ternate menegaskan langkahnya menuju sistem kesehatan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
ID
English