BLUD Puskesmas Sulamadaha Perkuat Layanan, Hadirkan Sejumlah Inovasi Kesehatan di Ternate Barat

admin

TERNATE, 17 Agustus 2026 — Puskesmas Sulamadaha terus berbenah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Seiring dengan penguatan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Puskesmas Sulamadaha menyiapkan sejumlah inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan di dalam gedung, tetapi juga mendekatkan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat.

Kepala Puskesmas Sulamadaha, dr. Nurfani Abd. Rahman, mengatakan pengembangan BLUD ke depan akan diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menciptakan layanan yang lebih inovatif, efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“BLUD bukan hanya soal pengelolaan keuangan, tetapi bagaimana kita mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan inovasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar dr. Nurfani.

Menurutnya, selain dukungan anggaran melalui Dana BOK untuk pelaksanaan program kesehatan dan JKN untuk pelayanan di dalam gedung, Puskesmas Sulamadaha akan mengembangkan berbagai kegiatan yang mendukung kemandirian dan penguatan pelayanan BLUD.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah penguatan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

Melalui penguatan PONED, pelayanan di tingkat FKTP akan ditingkatkan sehingga Puskesmas dapat memberikan pelayanan persalinan normal tanpa indikasi rujukan, dengan tetap mengutamakan keselamatan ibu dan bayi.

“Yang kita ingin bangun adalah pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Untuk ibu hamil dan bersalin, kita ingin memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang aman, cepat dan sesuai standar,” jelas dr. Nurfani.

Inovasi lainnya adalah Prolanis Segar Manis, yakni kegiatan senam bersama kelompok Prolanis yang akan diperluas hingga ke kelurahan-kelurahan di wilayah Kecamatan Ternate Barat.

Program ini tidak sekadar menjadi kegiatan olahraga bersama. Puskesmas juga akan memanfaatkannya sebagai momentum edukasi kesehatan, pemantauan kondisi peserta serta meningkatkan penemuan kasus penyakit tidak menular (PTM).

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan capaian KBK kapitasi JKN melalui pelayanan promotif dan preventif yang lebih aktif di tengah masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak harus selalu datang ke Puskesmas. Kita yang harus lebih aktif turun ke kelurahan, bertemu masyarakat dan menemukan masalah kesehatan sejak dini,” katanya.

Dari program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas Sulamadaha juga menghadirkan inovasi Germalin — Gerakan Masyarakat Peduli Ibu Hamil dan Bersalin.

Program ini mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam memberikan perhatian kepada ibu hamil hingga masa persalinan.

Germalin diharapkan mampu memperkuat kepedulian masyarakat sekaligus mendorong ibu hamil untuk rutin memeriksakan kehamilannya dan mendapatkan pertolongan persalinan di fasilitas kesehatan.

Sementara itu, dalam upaya mempercepat penurunan stunting, Puskesmas Sulamadaha mengembangkan inovasi Sedekah Stunting.

Program ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan instansi yang berada di wilayah Kecamatan Ternate Barat.

Bantuan yang diperoleh dari berbagai instansi dan pihak terkait akan diarahkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan anak dan upaya perbaikan status gizi.

“Penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh Puskesmas. Ini membutuhkan kepedulian dan gotong royong semua pihak. Karena itu kita mencoba membangun gerakan bersama melalui Sedekah Stunting,” ungkap dr. Nurfani.

Puskesmas Sulamadaha juga menyiapkan inovasi DokPor atau Dokter Prolanis.

Melalui layanan ini, dokter memberikan pelayanan langsung kepada pasien Prolanis, mulai dari pemeriksaan kondisi pasien, pemberian resep obat Program Rujuk Balik (PRB) hingga membantu membaca dan mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.

Inovasi tersebut diharapkan membuat pemantauan pasien penyakit kronis menjadi lebih teratur dan berkesinambungan.

Untuk melengkapi layanan Prolanis, Puskesmas Sulamadaha juga mengembangkan Apotek PRB.

Layanan ini ditujukan untuk memudahkan pasien Prolanis memperoleh obat PRB melalui pelayanan Buku Biru setiap bulan.

Dengan hadirnya Apotek PRB di lingkungan Puskesmas, pasien tidak perlu lagi harus mencari obat ke apotek swasta setiap bulan.

“Harapan kami, pasien Prolanis mendapatkan pelayanan yang lebih lengkap dalam satu tempat. Mulai dari pemeriksaan dokter, pemeriksaan laboratorium, sampai kebutuhan obat PRB,” kata dr. Nurfani.


Berbagai inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Sulamadaha menjadikan BLUD sebagai momentum transformasi pelayanan kesehatan.

Penguatan BLUD diharapkan tidak berhenti pada aspek tata kelola dan pembiayaan, tetapi mampu mendorong Puskesmas menjadi fasilitas kesehatan tingkat pertama yang semakin mandiri, inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Target kita sederhana, bagaimana masyarakat Ternate Barat mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah, semakin dekat dan semakin berkualitas. BLUD harus menjadi instrumen untuk mencapai tujuan itu,” pungkas dr. Nurfani.

Dengan semangat kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah kelurahan, lintas sektor, dunia usaha dan masyarakat, Puskesmas Sulamadaha optimistis berbagai inovasi tersebut dapat memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Ternate Barat yang semakin sehat.